Pengabdian Kepada Masyarakat melalui program KEREN di Desa Panyampa

pendbiologi.unsulbar.ac.id – Dosen dan Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) yang tergabung dalam TIM PKMS DIPA UNSULBAR melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 4 hingga 12 Juli ini merupakan kolaborasi antara TIM PKMS DIPA UNSULBAR, dengan HIMABIO FKIP UNSULBAR dan Komunitas Sipaqmarassa Sulawesi Barat. Ada dua kegiatan yang dilaksanakan yaitu Kelas Pesisir dan Edukasi Stunting, kemudian disingkat KEREN.

Kelas Pesisir tahap I diselenggarakan di Dusun Morro pada tanggal 4 Juli 2021, sementara kelas Pesisir tahap II diselenggarakan di Dusun-Dusun pada tanggal 12 Juli 2021. Diikuti oleh total 43 anak-anak dengan rentang usia 6-14 tahun. Materi pembelajaran berupa baca-tulis-hitung (calistung), do’a-do’a harian, kesenian, dan permainan menarik.

“Anak-anak sangat antusias belajar. Mereka bahkan datang lebih awal dari jadwal dan enggan pulang meskipun jadwal sudah selesai. Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan. Pada dasarnya kami datang melakukan stimulus,” ujar Arlinda Puspitasari selaku Ketua TIM PKMS DIPA UNSULBAR.

Kegiatan Edukasi Stunting diselenggarakan di Aula Kantor Desa Panyampa pada tanggal 12 Juli 2021 dengan menghadirkan Annisa Maghfirah S.Gz. sebagai pemateri dan dihadiri oleh 25 warga Desa Panyampa. Annisa yang juga merupakan Petugas Gizi di Puskesmas Katumbangan menyampaikan bahaya stunting dan pentingnya nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

“Stunting merupakan permasalahan yang serius, karena stunting bukan hanya kerdil dalam hal fisik, tapi juga kerdil dalam hal mental dan cara berpikir. Sehingga nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat penting untuk diperhatikan. Terutama di Sulawesi Barat, yang merupakan Provinsi ke-2 dengan kasus stunting terbanyak di Indonesia,” jelas Annisa.

Kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap warga yang datang, terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun, kemudian diberikan masker dan hand sanitizer. Physical distancing juga diterapkan dengan mengatur jarak antar kursi peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *