Pendidikan Biologi dan HIMABIO Peduli Korban Gempa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat

pendbiologi.unsulbar.ac.id – 15 Januari 2021 Sulawesi Barat berduka dikarenakan terjadinya Gempa Bumi dan Tanah Longsor yang menelan banyak korban jiwa dan rumah dan kerusakan materil, khususnya di Kecamatan Tappalang, Malunda, serta di kota Mamuju. Banyak warga terdampak mencari tempat yang aman untuk mengungsi. Dari hasil penelusuran, tidak sedikit dari korban terdampak tersebut merupakan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat beserta keluarganya, termasuk di dalamnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Berangkat dari rasa persaudaraan dan kemanusiaan, maka pengurus Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu rekan-rekan mahasiswa serta warga lain yang terdampak bencana alam tersebut. Kegiatan penggalangan dana tersebut, juga mendapat dukungan dari dosen-dosen Program Studi Pendidikan Biologi, baik dukungan moril maupun materil.

Kegiatan penggalangan dana dilakukan dengan membuka rekening donasi dan disebarkan melalui sosial media. Selain itu, beberapa pengurus HIMABIO juga turun ke jalan untuk menggalang dana secara langsung di beberapa titik yaitu pada daerah Campalagian dan daerah Wonomulyo. Penggalangan dana di jalan ini dilakukan selama 2 hari, yakni tanggal 17-18 Januari 2021. Donasi yang terkumpul melalui penggalangan dana ditambah dengan donasi dari dosen-dosen Program Studi Pendidikan Biologi, kemudian digunakan untuk membeli keperluan-keperluan yang dianggap paling dibutuhkan oleh pengungsi seperti, beras, terpal, air mineral, pembalut wanita, popok bayi, mie instan, shampoo, sikat gigi, pasta gigi serta berbagai kebutuhan lain. Barang-barang kebutuhan tersebut kemudian dikemas dalam bentuk paket dan dikemas dengan rapi. Hal ini dilakukan agar setiap korban penerima donasi memperoleh bantuan dalam paket lengkap.

Hasil donasi kemudian diantarkan langsung oleh perwakilan pengurus HIMABIO sebanyak 7 orang, pada tanggal 19 Januari 2021. Sebelum ke lokasi pengungsian, terlebih dahulu telah dilakukan pendataan identitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang terdampak bencana, agar para relawan dapat mengakses lokasi-lokasi pengungsian mahasiswa tersebut. Para relawan perwakilan pengurus HIMABIO berangkat dengan mengendarai mobil. Perjalanan sempat terhambat akibat longsor, sehingga harus menunggu selama 1 jam untuk bisa melanjutkan perjalanan. Pengurus HIMABIO membagikan hasil  donasi hingga ke pelosok desa, termasuk Desa Kayuangin yang terdampak cukup parah. Beberapa rumah warga hancur  dan rata dengan tanah. Proses penyaluran bantuan dilakukan selama 1 hari. Para perwakilan pengurus langsung kembali ke Kota Majene pada hari yang sama setelah bantuan disalurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *